CIPEDAK

Untuk Booking / Reservasi Tlp: 0812 1014 6262.

Kelurahan Cipedak adalah sebuah kelurahan di kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kelurahan ini memiliki kode pos 12630.

Kelurahan ini sendiri berbatasan dengan:

Utara Ciganjur
Selatan Beji (Kota Depok)
Barat Limo (Kota Depok)
Timur Srengseng Sawah

Kelurahan ini merupakan hasil pemekaran dari Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa.
Untuk pemesanan tiket pesawat 24 jam bisa hubungi:
– 0812 1014 6262 (tlp/sms)
– 0819 0594 4060 (tlp/sms/WA)
– 0815 4647 4848 (tlp/sms)

CIGANJUR

Tlp: 0812 1014 6262.
Walau Lokasi kami di Ciganjur, Namun Anda bisa memesan tiket pesawat, tiket kereta api tiket travel dan lainya dari mana saja.

Kelurahan Ciganjur, Jagakarsa memiliki kode pos 12630.

Kelurahan ini terletak di kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kelurahan ini memiliki penduduk sebesar 515.325 jiwa (data sensus 2009) dan luas 156… km2. Kantor Kelurahan Ciganjur terletak di Jl. Anda No IB.

Kelurahan ini berbatasan dengan Cilandak di sebelah utara, Kebagusan/Ragunan di sebelah barat, Cinere di sebelah timur dan Depok di sebelah selatan.

Sejarah Ciganjur

Desa ini dulunya bernama Desa Ciganjur Tanah Baru. Namun pada tahun 1971 dipecah menjadi Desa Ciganjur dan Desa Tanah Baru. Pada tahun 1976, diadakan perubahan luas wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, maka wilayah Desa Ciganjur masuk ke dalam Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pada tahun 1981, Desa ini berubah statusnya menjadi Kelurahan Ciganjur. Pada tahun 1986, Kelurahan Ciganjur dipecah menjadi Kelurahan Ciganjur dan Kelurahan Cipedak.

Kelurahan ini sebelumnya termasuk Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Namun pada tahun 1990, sejak diterbitkannya PP nomor 60/1990, terjadi pemekaran wilayah, maka wilayah ini termasuk Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Ciganjur didirikan oleh Raden Bagus Jagakarsa Surobinangun salah seorang panglima perang Mataram Yogyakarta pada tahun 1625. Saat itu Raden Jagakarsa menolak pulang ke Mataram karena takut akan hukuman penggal kepala. Lalu ia menikah dengan Puteri Pajajaran yang berkedudukan di wilayah Ragunan, Dan memiliki dua anak :

1. Raden Mas Mohammad Kafi

2. Raden Mas Aria Kemang Yudhanegara.

Raden Mas Mohammad Kafi diberi tanah di sekitar wilayah Ciganjur yang dimulai dari : Kampung Kandang (Dulu istal kuda Raden Mohammad Kafi) dan di selatannya berbatasan sampai ke Tanah Baru Depok, Keraton Moh. Kafi terletak di Kampus ISTN di dekat danau sampai di Kebon Sancang (Sekarang wilayah Universitas Indonesia).

Raden Mas Mohammad Kafi memerintah Kadipaten Ciganjur antara tahun 1650-1685.
Untuk memesan Tiket 24 Jam hub: 0812 1014 6262, 0819 0594 4060 atau 0815 4647 4848.

 

Travel Agent 24 Jam

Travel Agent 24 JAM UNTUK BOOKING DAN ISSUED / CETAK TIKET SETIAP HARI….!!! Araya Tour & Travel merupakan biro perjalanan wisata yang berkantor di Jakarta namun melayani suluruh masyarakat dari manapun. walau dari luar negeri sekalipun.

layanan tiket 24jam

Tiket 24 Jam

We are happy to answer your questions 24 hours. Call us at 0812 1014 6262. The 24 Hours Travel Agent. We understand that traveling may mean a lot.

Selain simpati kami juga ada XL (0819 0594 4060) dan Mentari Indosat (0815 4647 4848).
tidak hanya telpon tapi sms dan WA kami jawab. Untuk WA hanya ada di nomor XL.

tiket pesawat 24 jam

Check-in 24 Jam

Anda pun bisa check-in via kami dari web dan request untuk memilih kursi. Tlp 0812 1014 6262.

check-in 24 jam

Travel Agent Lenteng Agung 24 Jam

Travel Agent call center 24 Jam Tlp: 0812-1014-6262, 0819-0594-4060, 0815-4647-4848.
Bagi Anda yang tinggal dan berada di Lenteng Agung dan ingin mencari tiket pesawat kereta, bis dan travel bisa hubungi saja kami, Arayatour. Tapi bagi yang jauh di luar kota ataupun diluar propinsi tiket bisa kami kirim via email, SMS, BB ataupun WA.

Fakta mengenai Lenteng Agung:
Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan
Negara Indonesia
Provinsi Jakarta
Kota Jakarta Selatan
Kecamatan Jagakarsa
Kodepos 12630
Kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa memiliki kode pos 12610
Kelurahan ini terletak di kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Kelurahan ini berbatasan dengan Kelurahan Tanjung Barat di sebelah utara, Jagakarsa di sebelah barat, Cijantung di sebelah timur dan Kota Adm Depok di sebelah selatan.

Angkutan umum di Lenteng Agung.
Angkot D129 Terminal Pasar Minggu-Mekarsari (via Lenteng Agung Barat)
KWK T19 Pinang Ranti-Depok (via Margonda – Lenteng Agung Barat)
KWK S02 Terminal Lebak Bulus-Srengseng Sawah (via Jagakarsa – Lenteng Agung)
Mikrolet M17 ke Terminal Pasar Minggu (via TB Simatupang – Kebagusan)
Kopaja S63 Terminal Blok M-Depok (via Margonda – Lenteng Agung Barat)
Kopaja S606 Terminal Pasar Minggu-Srengseng Sawah (via Lenteng Agung Barat)
Kopaja S616 Terminal Blok M-Cipedak (via Pasar Minggu – Lenteng Agung Barat)
Mayasari Bakti AC81 Terminal Kalideres-Depok (via Margonda – Lenteng Agung Barat)
Mayasari Bakti AC82 Terminal Tanjung Priok-Depok (via Margonda – Lenteng Agung Barat)
Mayasari Bakti AC84 Terminal Pulo Gadung-Depok (via Margonda – Lenteng Agung Barat)
PPD P54 Terminal Grogol-Depok (via Margonda – Lenteng Agung Barat)
Miniarta M03 Terminal Pasar Minggu-Depok 1 (via Margonda – Lenteng Agung Barat)
Miniarta M04 Terminal Pasar Minggu-Depok (via Margonda – Lenteng Agung Barat)
Stasiun Lenteng Agung: KA Commuter Jabodetabek
Untuk PEmesanan Tiket 24 Jam Tlp: 0812-1014-6262.

Tanjung Barat

Travel Agent Tanjung Barat 24 Jam, Tlp 0812 1014 6262. Bagi Anda yang tinggal atau berada di sekitar Tanjung Barat dan sekitarnya silahkan menghubungi kami kapan saja, 24 jam untuk pemesanan tiket pesawat domestik maupun International, kereta, maupun tiket travel.

Tanjung Barat adalah sebuah kelurahan yang terletak di Jakarta. Kelurahan ini memiliki kode wilayah 31.74.09.1005 dan kode pos 12530. Kelurahan ini terletak di kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Pada zaman sebelum kemerdekaan, wilayah Tanjung Barat ini khususnya di daerah Muara, merupakan pusat dari sebuah kerajaan kecil bernama kerajaan Tanjung Jaya. atau Tanjung Wijaya yang merupakan kerajaan bawahan dari kerajaan Sunda Galuh/kerajaan Pajajaran. Kerajaan ini didirikan oleh Prabu Wangsatunggal, seorang sepupu Prabu Ragamulya Luhur Prabawa, raja Kerajaan Sunda ke-30. Wangsatunggal mendirikan kerajaan ini pada tahun 1333. Menurut naskah Wangsakerta. Lokasi pusat kerajaan Tanjung Jaya diperkirakan di daerah Muara, Tanjung Barat (Gang Muara I, II dan III) atau tepat di “kali kawin” (kali kimpoi, pertemuan kali Ciliwung dengan kali Cijantung atau Kalisari). Kerajaan ini awalnya bernama Tanjung Kalapa dan berpusat di Tanjung Timur (Condet) tetapi oleh Wangsatunggal pusat Kerajaan Tanjung Kalapa (taklukan Tarumanagara) dipindahkan ke Tanjung Barat. Prabu Wangsatunggal kemudian mengganti nama Tanjung “Kalapa” dengan Tanjung “Jaya”. Raja-raja Tanjung Jaya berturut-turut adalah:

Prabu Wangsatunggal
Ratu Munding Kawati
Raja Liung I
Raja Mental Buana
Raja Banyak Citra
Raja Cakralarang
Raja Liung II
Ratu Kiranawati (ratu terakhir).
Sumber sejarah tentang kerajaan Tanjung Jaya ini memang hanya berasal dari Naskah Wangsakerta, sayangnya naskah ini termasuk kontroversial karena diragukan validitasnya.

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: kerajaan Tanjung Jaya
Islam di Tanjung Jaya
Tidak diketahui kapan tepatnya Islam masuk ke kerajaan ini tetapi menurut kajian budayawan Betawi Ridwan Saidi hal ini bisa dirunut dari berdirinya Pesantren Syekh Quro atau Syekh Hasanuddin di Karawang pada tahun 1418. Syekh Quro adalah seorang pendakwah asal Kamboja yang pengaruhnya terasa hingga ke keraton Tanjung Jaya sehingga banyak pembesar-pembesar keraton yang masuk Islam. Saat dipimpin Ratu Kiranawati, agama Islam sudah berkembang pesat. Hal ini berbeda dengan di kerajaan Sunda dimana pengaruh Hindu di keraton masih sangat kuat.

Selain dikenal sebagai seorang muslimah yang taat, Ratu Kiranawati juga terkenal dengan kecantikan wajahnya sehingga oleh rakyatnya dijuluki dengan Ratu Kebagusan. Ratu Kiranawati wafat dan dimakamkan di daerah Ratu Jaya Depok. Pada masa pemerintahan Ratu Kiranawati, salah satu Adipati Kerajaan yang bernama Pangeran Papak menjadi salah satu dari Tujuh Wali Betawi. Ke-tujuh wali Betawi adalah: Syekh Quro, Pangeran Cakrabuana (Kian Santang), Pangeran Darma Kumala, Kumpi Datuk, Habib Sawangan, Pangeran Papak dan Ki Aling. Ketujuh ‘wali Betawi’ ini, hidup sebelum penyerbuan Fatahillah ke Sunda Kelapa.

Penyerbuan Fatahillah
Alasan Fatahillah (kesultanan Demak) melakukan penyerbuan ke Sunda Kelapa adalah untuk mengusir penjajah Potugis yang membangun benteng di pelabuhan Sunda Kelapa. Saat itu pelabuhan Sunda Kelapa adalah pelabuhan utama kerajaan Sunda Galuh sementara Sunda Galuh menyerahkan pengawasan dan pengelolaan Sunda Kelapa kepada kerajaan bawahannya yaitu kerajaan Tanjung Jaya. Keberadaan Potugis di Sunda Kelapa adalah atas undangan Sunda Galuh dan mereka bersekutu dalam sebuah Perjanjian. Persekutuan ini secara otomatis juga melibatkan Tanjung Jaya.

Pada tanggal 22 Juni 1527, pasukan gabungan dari Kesultanan Demak dan Kesultanan Cirebon di bawah pimpinan Fatahillah (Faletehan) berhasil merebut Sunda Kelapa. Kegagalan pasukan Tanjung Jaya yang dibantu Sunda Galuh dalam mempertahankan pelabuhan Sunda Kelapa menjadi awal keruntuhan Tanjung Jaya. Sisa-sisa pasukan mereka yang selamat beserta kerabat keraton akhirnya mengungsi ke ibukota Sunda yaitu Pakuan Pajajaran tetapi pada tahun 1579 sultan Maulana Yusuf dari Kesultanan Banten menghancurkan Pakuan Pajajaran sehingga berakhirlah riwayat kerajaan Sunda termasuk kerajaan-kerajaan kecil bawahannya.

Pada masa pemerintahan Fatahillah (sering disebut Pangeran Jayakarta I), dia mambangun pusat pemerintahan Kadipaten lengkap dengan alun-alun, Masjid raya serta perumahan pejabat Kadipaten. Pengawasan Kadipaten baru bentukan Fatahillah diserahkan kepada kesultanan Banten.

Sultan Banten yaitu Maulana Hasanuddin atau Pangeran Sabakingkin (1552 – 1570) mengangkat menantunya Pangeran Tubagus Angke (sering disebut Pangeran Jayakarta II) menjadi Adipati Sunda Kalapa kemudian diteruskan oleh Pangeran Sungerasa Jayawikarta (sering disebut Pangeran Jayakarta III). Pada tanggal 30 Mei 1619, Jayakarta direbut Belanda di bawah pimpinan Jan Pieterszoon Coen sekaligus memusnahkannya. Di atas puing-puing Jayakarta didirikan sebuah kota baru yaitu Batavia.

Peninggalan Sejarah
Belum ada upaya menemukan kembali sisa-sisa peninggalan sejarah di Tanjung Barat, baik peninggalan fisik maupun peninggalan berupa tulisan masa lampau yang memiliki keterkaitan, hal ini berbeda dengan wilayah Condet, Bale Kambang, Batu Ampar, Kampung Gedong serta Tanjung Timur yang memiliki banyak peninggalan dari masa lampau seperti Situs Landhuis Gedong Tanjung Timur di kelurahan Kampung Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Pemerintahan
Kelurahan Tanjung Barat sebelumnya termasuk dalam wilayah Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pada tanggal 18 Desember 1990 Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 60 tahun 1990 yang antara lain berisi pemekaran wilayah Kecamatan Pasar Minggu menjadi dua yaitu Kecamatan Pasar Minggu dan Kecamatan Jagakarsa. Peraturan Pemerintah ini dimuat dalam Lembaran Negara No. LN 1990/87.

Penduduk Kelurahan ini sangat heterogen seperti umumnya kelurahan-kelurahan di Jakarta tetapi budaya umum yang diberlaku di masyarakat adalah budaya Betawi. Akses dari dan ke Kelurahan ini termasuk mudah karena dilalui jalan tol, jalur KRL dll. Lurah Tanjung Barat sekarang adalah Debby Novita Andriani yang menggantikan Aryan Syafari.

Cakupan Wilayah.
Luas kelurahan Tanjung Barat: 364.64 ha2 terdiri dari 6 RW serta 66 RT yang meliputi area-area:

Utara: Poltangan, Beringin Besar, Remidi, Perikanan, Swadaya, Gunuk Ciliwung, Kober, Nangka Utara, Lebak Sari.
Selatan: Rancho, TBI, Muara, Gintung, Buni, Bacang, Sonton, Gang Seratus, Kampung Bulak/Jambu, Tanjung Mas, Nangka Selatan.
Tiket Pesawat 24 jam hub: 0812-1014-6262,  0819-0594-4060,  0815-4647-4848.

JAGAKARSA

Call Center 24 Jam: 0812 1014 6262. Bagi Anda yang berada Tinggal di Jagakarsa Jakarta Selatan Langsung hubungi kami 24 jam. Tiket bisa Anda ambil sendiri ataupun di antar.

Jagakarsa, Jakarta Selatan
Provinsi Jakarta
Kota Jakarta Selatan
Pemerintahan
Luas 2805 km²
Jumlah penduduk 311.484 jiwa
Kepadatan – per km²
Desa/kelurahan 5
Kecamatan Jagakarsa terletak di Jakarta Selatan. Di kecamatan ini terletak beberapa universitas ternama. Sebagian wilayah kampus Universitas Indonesia terletak di kecamatan ini. Kecamatan Jagakarsa adalah kecamatan yang terdekat dari Kota Depok dengan jumlah penduduk yang banyak dan wilayah yang terluas ke-2 di Jakarta Selatan setelah Kecamatan Cilandak. Kantor Kecamatan Jagakarsa terletak di Kelurahan Jagakarsa, Jalan Sirsak No. 2.

Sampai dengan tahun 1991, Jagakarsa hanya sebuah kelurahan di wilayah Kecamatan Pasar Minggu. Pada tahun 1992, wilayah ini ditetapkan dari awalnya hanya kelurahan yang menonjol dibanding kelurahan-kelurahan lainnya yang ditetapkan menjadi Kemantren Jagakarsa dan cikal bakal Kecamatan Jagakarsa yang ditetapkan bersama dengan 2 kecamatan lainnya yang ada di Kotamadya Jakarta Selatan, yakni: Kecamatan Pancoran dan Kecamatan Pesanggrahan.

Kecamatan Jagakarsa terdiri dari 6 kelurahan, yakni :

Kelurahan Tanjung Barat, dengan kode pos 12530
Kelurahan Lenteng Agung, dengan kode pos 12610
Kelurahan Jagakarsa, dengan kode pos 12620
Kelurahan Ciganjur, dengan kode pos 12630
Kelurahan Srengseng Sawah, dengan kode pos 12640
Kelurahan Cipedak, dengan kode pos 12630

Untuk pemesanan tiket pesawat 24 jam bisa hubungi:
– 0812 1014 6262 (tlp/sms)
– 0819 0594 4060 (tlp/sms/WA)
– 0815 4647 4848 (tlp/sms)

Travel 24 Jam

Travel 24 Jam. Tlp 0812-1014-6262, 0819-0594-4060, 0815-4647-4848.
Layanan yang kami punya adalah
– Tiket Citilink
– Tiket Sriwijaya Air
– Tiket Lion Air Group
– Tiket Garuda-Indonesia
– Tiket Air Asia Group
– Tiket Xpress Air
– Tiket Trans Nusa
– Tiket Kalstar
– Tiket Trigana
– Tiket Aviastar
– Tiket Pesawat tujuan luar negeri lainya
– Tiket Kereta Api, Travel, Tiket Bioskop, Tiket dufan dll.
Tlp: 0812 1014 6262.